Kalo si raja rimba itu singa, maka rajanya buah-buahan adalah duren, ada yang ngga setuju??.
Duren adalah salah satu buah favoritku, dan tentunya juga favorit banyak orang lainnya.
Duren diakui merupakan buah yang berasal dari Asia Tenggara khususnya Indonesia (Duren), Malaysia (Durian) dan Thailand (Thurian). Bahkan ada yang menyebutkan kalau di Indonesia ada 4 musim yakni musim kemarau, musim hujan, musim kawin, dan musim duren.
Bagi penggemar durian, salah satunya saya, memakan durian merupakan suatu kenikmatan tersendiri yang sulit dilukiskan, sebaliknya untuk sebagian orang, dia lebih baik mati dibandingkan harus mencium bau buah ini (kalo ini terlalu berlebihan, hehehe…).
Duren adalah buah yang emosional, baunya membuat orang yang suka semakin mendekat, dan orang yang anti semakin menjauh. Duren memiliki rasa lezat yang khas, berwarna krem dan wangi yang menggiurkan. Menurut “ahli durian”, ada beberapa resep memilih duren:
1. Pilih yang bulat. Buah yang cekung menunjukkan kalau bagian tersebut tidak ada buahnya.
2. Pukul-pukul ujung bawah duren dengan pisau. Duren yang manis akan memberikan bunyi ‘beg-beg-beg’.
3. Cium ujung bawah duren, jika wangi tandanya duren layak dibeli.
4. Jangan pilih buah yang ujungnya sudah retak atau terbelah. Biasanya rasanya ‘anyep’ atau dingin.
5. Warna duren tidak berpengaruh pada rasa duren.
Jadi jangan sampai salah pilih ya…